Beberapa Jenis Oven Pengering Kayu di Industri Mebel Jepara

Oven pengering kayu itu beda dengan oven yang buat manggang roti ya gan, ya mungkin prinsip kerjanya sih hampir sama, yakni dengan memanaskan ruangan, namun banyak hal yang berbeda, terutama adalah ukurannya. 😀

Oven kayu atau kalau bahasa sononya itu “kiln-dry” adalah sebuah ruangan yang di design sedemikian rupa yang berguna untuk mengeringkan kayu, baik papan, komponen, maupun barang yang sudah jadi.

Pemanasan ruangan oven pengering kayu bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling tradisional hingga yang state of the art canggihnya.

Nah, pada postingan kali ini, kita hanya akan berbagi cerita tentang metode pengeringan kayu yang banyak dipakai di industri mebel Jepara saja ya, kalau untuk kiln-dry yang dipakai perusahaan2 raksasa macam plywood itu sudah diluar kapasitas kami.

Daftar Isi:

  1. Oven Panggang
  2. Oven Tungku Kayu
  3. Oven Boiler
  4. Oven Uap
  5. Oven Vacuum
  6. Kesimpulan

Disclaimer dulu, info yang ada disini tuh cuman opini dari praktisi ya, yang dalam hal ini praktisinya ya kami para pengrajin mebel jepara. Kalau agan mau informasi yang scientific tentang pengeringan kayu, ada bukunya lho, salah satu yang recomended adalah buku tentang teknologi pengeringan kayu oleh mas Tomy Listiyanto, di marketplace juga ada yang jual.

Kenapa Perlu Oven Kayu?

Namun sebelum kita bahas beberapa jenis oven kayu yang ada di Jepara, mungkin lebih baik jika kita menjelaskan dulu kenapa sih kayu itu harus di oven.

Jadi gini gan, sebenarnya yang diperlukan itu bukan ovennya, melainkan kekeringan kayunya, nah oven pengering kayu ini hanyalah satu dari beberapa metode untuk mengeringkan kayu saja.

Kenapa sih kayu harus kering?

  1. Kayu yang masih basah cenderung belum stabil kembang susutnya, akibatnya kalau dipaksakan untuk pembuatan mebel Jepara, hasilnya akan rusak konstruksinya, misalnya retak sambungan, pecah, atau copot lem nya.
  2. Kayu basah beresiko tumbuhnya jamur, ini menakutkan terutama bagi para eksporter yang pengirimannya melalui kontainer tertutup, menyebrang lautan luas berminggu2, udara lembab dan panas, cocok buat budidaya jamur kan? jangan salah lho, jamur itu BIG deal bagi orang luar sono. Mereka bahkan paranoid sama yang namanya moldy alias jamuran. Kalo kita kan dimakan yekannnn…gak juga sih #wink
  3. Hasil finishing jadi kurang maksimal kalau di aplikasikan pada kayu yang masih basah, resiko2 seperti mengelupas, warnanya rusak karena getah, sampai hasil finishingan yang kasar itu sangat mungkin terjadi kalau benda kerjanya masih basah.

Sebenrnya masih banyak sisi negatif penggunaan kayu yang masih basah kalau langsung dipakai untuk pembuatan mebel, namun dari 3 point diatas saja pasti cukup untuk membuat anda, seorang customer, untuk batal beli kan? jadi ya sebegitu pentingnya emang.

Jenis2 Oven Pengering Kayu dan Perkiraan Biaya Pembuatannya

Kenapa pakai dijelaskan perkiraan biaya pembuatan oven kayu? ya gak ada alasan khusus sih, siapa tahu anda lagi punya rencana mau bikin usaha mebel yekaaan? jadi biar ada gunanya juga postingan ini.

Namanya perkiraan, itu gak ada yang akurat gan, semua tergantung sama SItuasi, KONdisi, TOLeransi, PANdangan, dan JANGkauan (gausah disingkat) kita masing2. Misal harga plat besi di Jepara semeter itu sepuluh ribu, di kota agan bisa jadi cuman 7500 atau bahkan bisa 15 ribu. Banyak faktor lah…

Nanti harganya ada dimasing2 point saja ya gan, tersirat di artikel saja biar gak kayak orang jualan karena memang kami gak lagi jualan. Lapak jualan kami ada web lain gan…

1. Oven Tradisional / Panggang

Baik, mari kita mulai dari yang tradisional dulu ya, sebab katanya yang tradisional itu lebih berkhasiat dan tidak ada efek sampingnya. Itu kalau obat masss…kalau oven pengering kayu beda.

Cara yang paling tradisional untuk mengeringkan kayu ya dijemur gan, dan cara ini memang masih dilakukan oleh mayoritas pengrajin mebel skala rumahan. Memang ada sih oven kayu tenaga matahari, namun jujur saja, kami belum pernah lihat aplikasinya di Jepara.

Cara pengeringan kayu versi tradisional selanjutnya adalah oven panggang, yups literally…dipanggang. Jadi kita numpuk kayu diatas sumber panas, kayak orang bakar sate lah. Itu analogi versi gampangnya, namun ada beberapa teknik yang bisa meningkatkan efisiensi oven panggang ini.

Gambar dibawah mungkin bisa menjelaskan lebih baik.

oven pengering kayu tradisional
Pakai Terpal
oven pengering kayu tradisional
Pakai Ruangan

Oven panggang ini menggunakan panas yang berasal dari serbuk gergajian yang dibakar dengan nyala bara, jadi semua panas dan asap terkena kontak langsung dengan papan kayunya.

Oleh karena itu, oven panggang ini lebih banyak dipakai oleh para pengrajin mebel kayu mahoni, sebab asap hasil pembakaran serbuk gergaji tadi malah bikin warna kayu mahoni jadi bagus merahnya. Sedang kalau kayu jati di oven panggang hasilnya jadi jelek, warnanya jadi pucet, ke abu2an, hampir ke hitam.

Kelebihan Oven Panggang

  • Biaya pembuatan dan operasional murah
  • Mudah peng operasiannya

Kekuranganya

  • Banyak sih, tapi yang paling menakutkan ya resiko kebakaran, sebab sumber panasnya dekat banget sama papan kayunya.
  • Susah kontrol suhu nya
  • Hanya untuk papan, tidak bisa untuk barang jadi
  • Hanya ideal untuk kapasitas kecil
  • Lamaaaaaa keringnya

Jadi kesimpulan kami mengenai oven panggang ini adalah, hanya ideal untuk pengrajin kayu mahon skala kecil, dengan biaya pembuatan sekitar 10 juta untuk kamar ukuran 4 x 5 m saja kita sudah bisa dapat oven pengering kayu.

Apalagi kalau ruangannya pakai terpal gitu saja, malah jauh lebih murah biayanya, hanya gali tanah dan beli terpal sudah cukup, tanpa listrik, tanpa blower, tanpa repot. Tapi ya ini seimbang dengan kekurangan dan segala resikonya ya.

2. Oven Tungku Kayu

Jenis oven pengering kayu selanjutnya adalah oven tungku kayu, oven jenis ini adalah yang paling banyak dipakai di industri furniture Jepara, mulai dari pengrajin kecil sampai perusahaan yang cukup besar.

Oven ini sangat populer karena biaya pembuatan yang relatif lebih murah dibanding oven kelas komersial, dan juga cukup fleksible penggunaannya, bisa untuk papan dan juga untuk barang yang sudah jadi sekalipun.

Oven tungku kayu bekerja dengan memanaskan tabung besi menggunakan kayu bakar atau gas, tabung besi tersebut diletakkan didalam ruang oven pengering kayu dengan mulut pengisi bahan bakar dari luar. Gambar ilustrasi dibawah mungkin bisa menjelaskan maksud kami.

Oven pengering kayu
Oven kayu model tungku

Tabung atau tungku pemanas biasanya dibuat dari plat besi tebal 5 mm, diameternya menyesuaikan sama dimensi ruangan. Tabung ini lumayan mahal lho, kisaran harga tergantung tebal plat mulai dari 6 jutaan untuk diameter 80 cm dengan tinggi 100 cm.

Untuk menyiasati harga tabung oven yang mahal, para pengrajin yang kreatif banyak yang memanfaatkan drum bekas oli atau thinner sebagai pengganti tabung plat, harganya murah meriah, namun gampang keropos karena plat nya tipis, paling lama setahun juga sudah harus ganti kalau pakai drum bekas.

Oven model ini harus menggunakan blower untuk menyebar panas secara merata, blowernya yang khusus buat oven ya, harus tahan panas biar nggak gampang meleleh.

Kalau perkiraan kasar biaya pembuatan oven tungku kayu ukuran 5 x 5 meter lengkap dengan blower dan instalasi mulai dari harga 30 jutaan. Biaya ini tergantung dari kualitas bahan dan alat2 yang digunakan tentunya.

Kelebihan Oven Tungku

  • Kita bisa mengatur panas ruangan dengan menjaga besar kecilnya api
  • Multifungsi karena didalam ruangan cukup bersih dari asap
  • Biaya pembuatannya cukup terjangkau dan bisa murah kalau diakali pakai barang bekas
  • Kapasitasnya bisa dibuat mulai dari yang ukuran kecil hingga menengah

Kekurangannya

  • Penyebaran panas kurang merata, area yang dekat tabung akan lebih panas dibanding area yang jauh dari tabung, meskipun sudah pakai blower yang kencang sekalipun
  • Operasional cukup repot, harus ada petugas penjaga api yang standby 24/7 untuk menjaga kinerja oven agar tetap optimal
  • Resiko kerusakan barang tinggi akibat penyebaran panas yang kurang maksimal

Oven sistem tungku bakar ini ideal untuk kebanyakan pengrajin mebel di Jepara karena selain cukup efektif, biaya pembuatannya pun tidak terlalu tinggi. Namun oven sistem ini juga bukan yang tanpa cacat, penyebaran panas yang kurang merata adalah drawback terbesar kalau menurut kami.

3. Oven Boiler

Saya nggak tau nama teknis yang tepat untuk oven jenis ini, namun prinsip kerjanya yakni dengan memanaskan air atau minyak yang kemudian dialirkan ke sirip2 plat yang ada didalam chamber, sistem kerjanya kayak radiator mobil.

Radiator atau bisa berupa gulungan pipa tadi kemudian melepaskan panas air yang lalu di distribusikan oleh blower2 didalam chamber oven kayu.

Pemanasan boiler atau bejana didih biasanya menggunakan kayu bakar atau sisa gergaji dan limbah produksi mebel, ada juga yang pakai wood pellet kalau mau di otomatiskan feeding bahan bakarnya.

Anda bisa bayangkan bejana boiler ini seperti ketel air, namun ukurannya biasanya sebesar gedung 2 tingkat.

Kelebihan Oven Boiler

  • Kita bisa dapat hampir full kontrol terhadap panas ruangan oven kayu dengan cara mengatur panas boiler
  • Ruangan oven steril dari asap, jadi bisa dipakai untuk pengeringan barang yang sudah jadi.
  • Fleksibel pamakaiannya, bisa untuk pengeringan kayu atau produk lain, kopi, kopra, atau briket mungkin?

Kekurangannya

  • Investasi awal yang cukup tinggi, dalam bentuk bangunan maupun peralatan.
  • Biaya operasional juga lumayan, dalam bentuk bahan bakar untuk pemanas boiler.
  • Hanya efektif untuk sekala besar mengingat biaya2 tadi.

Menurut saya, oven pengering kayu dengan sistem boiler ini adalah yang paling ideal untuk industri mebel, namun ya itu tadi, mahal biaya bikin dan operasionalnya, jadi hanya untuk pemain skala besar saja.

4. Oven Steam / Uap

Sama seperi oven boiler, oven pengering kayu jenis ini hanya bisa dimiliki oleh perusahaan2 besar, ini bukan bagi kita2 yang punya budget mepet. Biaya pembuatannya dan operasionalnya muahal, namun itu tentu datang dengan segudang keuntungan.

Pada dasarnya, oven uap bekerja dengan memanaskan ruangan menggunakan uap panas, namun bukan seperti pada metode oven asap diatas, uap panas pada oven ini dihasilkan dari pemanasan air pada bejana didih / boiler yang kemudian uap panasnya dikirim kedalam ruangan melalui pipa2.

Video ini cukup bisa menjelaskan bagaimana oven uap untuk kayu bekerja.

Kelebihan oven uap

  • Sangat efektif karena panas merata keseluruh ruangan dan sela2 tumpukan papan
  • Minim kerusakan karena bantuan uap air tidak membuat kayu jadi “shock”
  • Bisa dibuat hingga skala raksasa sekalipun

Kekurangannya

  • Sumpah ini mahal banget, kita bicara di angka em kalau mau buat oven pengering kayu sistem uap yang proper
  • Well…gada lagi selain mahal #lol

Mas…ini mainan orang2 bermodal gede, jangan coba2 kalau belum cukup mental.

5. Oven vacuum kiln

Jenis oven pengering kayu terakhir yang dipakai di industri mebel Jepara adalah oven vacuum. Oven ini bisa jadi adalah yang paling efekti diantara semua teknik yang kita sebutkan diatas.

Sebagaimana namanya, oven vakum bekerja dengan cara menurunkan tekanan udara didalam chamber sampai hampir vacuum / hampa, dan pada saat bersamaan memanaskan suhu dalam ruangan.

Tekanan udara yang rendah menjadikan titik didih cairan semakin rendah, dengan begitu kita tidak perlu memanaskan ruangan dengan suhu ekstrim agar bisa menguapkan cairan2 yang terdapat didalam pori2 kayu.

Dengan suhu yang tidak terlalu tinggi, kerusakan yang disebabkan panas ekstrim pun bisa dihindari. Jadi…cepat kering, dan tidak merusak kayu…perfect right?

Well… nothing’s perfect indeed, ada beberapa kekurangan dan kelebihan dari oven pengering kayu sistem vacuum ini. Berikut kelebihannya dulu ya

Kelebihan Oven Vacuum

  • Sangat efektif untuk mengeringkan kayu
  • Tidak merusak benda kerja
  • Bisa fully automated

Kekurangannya

  • Mahal boss
  • Kapasitasnya tidak terlalu besar
  • Bentuknya silinder

Oven vakum hanya efektif untuk perusahaan yang banyak mengguankan sawan timber atau papan gergajian kotak, misal perusahaan flooring / lantai kayu. Kalau untuk mebel Jepara yang banyak pakai papan gergajian log gitu kayaknya tidak terlalu efektif deh, terutama di cost nya #LOL

Kesimpulan

Kesimpulan saya mengenai oven pengering kayu adalah, kalau untuk skala home industri, maka oven tungku pemanas adalah yang paling ideal, sedang kalau untuk skala industri, maka oven boiler adalah pilihan yang tepat.

Jadi begitu gan, beberapa jenis oven pengering kayu yang dipakai di industri mebel Jepara. Yaaaa…saya tahu…ini hanya opini pribadi saya saja, yang itu terbatas sama pengalaman pribadi saya juga. Mungkin ada oven jenis lain yang saya belum tahu…

Btw…kalau agan2 ada tambahan informasi atau pertanyaan, silahkan dikolom komentar ya gan. Terima kasih sudah mampir disini dan semoga semua kebaikan menyertai kita. Amin…

4 thoughts on “Beberapa Jenis Oven Pengering Kayu di Industri Mebel Jepara”

  1. maap mau tanya kalau ketebalan plat 4mm bisa di pakai gk untuk tungku oven kayu, kalau untuk pipa buang pakai ukuran brapa trims

    Reply
    • Menurut kami plat 4 mm sudah cukup kuat untuk bikin oven kayu gan. pipa buang bisa pake 4 mm atau lebih tipis juga masih ok. Pada dasarnya, semakin tebal semakin baik kok. Di jepara, banyak yang pake plat dari drum bekas, tipis itu…tapi masih tahan tahunan sih

      Reply

Leave a Comment